Seminar Nasional FUAD UIN Palopo bahas Integrasi Spiritualitas Qur’ani dalam Menghadapi Disrupsi Mental

10 April 2026

Seminar Nasional FUAD UIN Palopo bahas Integrasi Spiritualitas Qur’ani dalam Menghadapi Disrupsi Mental

Palopo, 10 April 2026 – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Palopo menyelenggaraan Seminar Nasional dengan tema “Kesehatan Mental Generasi Modern di Era Tekanan Sosial dan Overload Digital: Perspektif Spiritual Qur’ani”. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respon saintifik dan spiritual terhadap fenomena burnout serta degradasi kesehatan mental yang marak terjadi di tengah masyarakat digital.

Kegiatan ini menghadirkan perspektif dari para cendekiawan muda yang kompeten di bidangnya, yakni Ayyub dan Muh. Naufal Algifari (mahasiswa UIN Alauddin Makassar), serta Sofia Hamdani (Mahasiswa UIN Palopo). Para pemateri secara tajam membedah korelasi antara ekses negatif media digital—seperti beban informasi berlebih (information overload)—dengan stabilitas psikologis individu. Mereka menawarkan rekonstruksi pola pikir melalui pendekatan spiritualitas Al-Qur’an sebagai instrumen resiliensi mental.

Sebagai ruang diskursus, kegiatan ini memberikan kerangka teoretis sekaligus praktis bagi mahasiswa dan dosen Program Studi IAT UIN Palopo dalam memahami kompleksitas tekanan sosial modern. Penekanan utama seminar ini terletak pada bagaimana nilai-nilai Qur’ani mampu menjadi jangkar etis dan psikologis, yang tidak hanya memperkaya khazanah intelektual, tetapi juga mengupayakan ketenangan batin di tengah tuntutan zaman yang serba kompetitif.

Melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan psikologi dan ilmu wahyu, kegiatan ini berhasil merumuskan bahwa kesehatan mental yang berkelanjutan memerlukan sinergi antara literasi digital yang kritis dan kedalaman spiritual. Kegiatan ditutup dengan harapan agar pemahaman ini dapat menjadi landasan bagi civitas akademika dalam menavigasi tantangan era disrupsi dengan jiwa yang sehat dan integritas intelektual yang kokoh.

Leave a Comment