PALOPO, 9 April 2026 – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Palopo sukses menyelenggarakan agenda Kuliah Kolaborasi bertajuk “Perkembangan Media Tulis dari Masa ke Masa” pada Kamis (9/4). Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis bagi para akademisi dan mahasiswa untuk membedah transformasi dokumentasi ilmu pengetahuan, mulai dari era klasik hingga disrupsi digital yang terjadi saat ini.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan tiga narasumber pakar, yaitu Mujadid Sigit Aliah, S.Ag., M.Ag. dan Khairul Anam, M.Ag. yang merupakan dosen dari UIN Alauddin Makassar, serta Ahmad Tri Musdkim HD, S.Ag., M.Ag. selaku dosen dari UIN Palopo. Ketiga pemateri secara komprehensif menelusuri perjalanan panjang media tulis, mulai dari penggunaan papirus dan kulit hewan hingga transisi ke era Artificial Intelligence (AI). Fokus utama pembahasan terletak pada bagaimana teks suci seperti tafsir dan hadis mampu mempertahankan otentisitas serta otoritas keilmuannya meskipun medium penyampaiannya kini telah beralih ke format digital dan algoritma cerdas.
Dekan FUAD UIN Palopo, Dr. Abdain, yang hadir didampingi oleh Ketua Prodi IAT Dr. Amrullah Harun dan Sekretaris Prodi IAT Saifur Rahman, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme peserta yang luar biasa. Sebanyak 64 mahasiswa Program Studi Hadis dari UIN Alauddin Makassar hadir secara langsung untuk bersinergi dengan mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Palopo. Dr. Abdain menekankan bahwa kolaborasi lintas institusi ini sangat penting untuk memastikan mahasiswa tidak gagap teknologi namun tetap memegang teguh sanad keilmuan.

Kegiatan kuliah kolaborasi ini diharapkan menjadi pemantik kerja sama yang lebih luas antara UIN Palopo dan UIN Alauddin Makassar, khususnya dalam pengembangan riset dan pengabdian masyarakat. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang memperlihatkan daya kritis mahasiswa dalam menanggapi isu-isu kontemporer di bidang keagamaan, sekaligus mempererat hubungan akademik antar kedua lembaga pendidikan tinggi Islam tersebut.
